Dok ki_Lintoeh
BOGOR, INDOGLOBAL News - Petilasan Keramat Eyang Rangga Gading terletak di daerah Cipinang Gading, Pamoyanan, Bogor. Dari situs Batu Tulis kita balik arah lalu lurus menuruni bukit yang terdapat Keramat Embah Dalem, lalu melewati rel kereta api dan sampai pertigaan kita belok kanan, dengan sedikit bertanya kepada penduduk sekitar sampailah kita ke lokasi. Petilasan tersebut terletak diujung jalan setelah kita melewati areal pesawahan penduduk. Rimbunnya pepohonan menambah nuansa mistis semakin kuat terasa. Sepasang patung macan hitam dengan matanya yang garang siap menatap tajam kepada siapa pun yang datang kesana.
Petilasan Eyang Rangga Gading dijaga oleh seorang juru kunci yang sudah sepuh, namanya adalah Abah Uci. Namun meskipun sudah sepuh, jiwa dan pakaiannya tetap eksentrik dengan gelang dan aneka pernak-pernik yang melekat di tubuhnya. Juru kunci yang diperkirakan sudah berumur 70 tahun lebih dan memiliki tubuh yang masih tegap dan gagah ini, banyak tahu tentang riwayat Eyang Rangga Gading dan kiprahnya pada masa lalu sewaktu masih mendampingi Sang Mahaprabu Siliwangi.
Diriwayatkan Sri Gusti Prabu Siliwangi mempunyai 4 orang patih atau senopati utama yang membantunya dalam menjalankan roda pemerintahan. Ke-empat orang patih tersebut yaitu: Eyang Rangga Gading, Eyang Ranggawulung, Eyang Ranggadipa dan Eyang Jayasukma. Eyang Rangga Gading petilasannya ada di Cipinang Gading, Eyang Ranggawulung petilasannya ada di daerah Subang, Jawa Barat, Eyang Ranggadipa ada di kaki Gunung Kapur Ciampea sedengken Eyang Jayasukma sampai sekarang belum diketahui jejak petilasannya.
Banyak penziarah yang merasa kerasan berlama-lama di keramat Eyang Rangga Gading ini, sebab ada aura mistis yang demikian kuat bersemayam disana. Menurut Penggalih salah satu guru spiritual Ki Lintoeh yaitu Abah Bandung, beliau berkata: diantara makam-makam serta petilasan para karuhun yang ada di Pakuan Bogor, yang asli dan yang masih ada dangiangnya yaitu petilasan Eyang Rangga Gading ini.
Ada satu yang unik ada di petilasan keramat Eyang Rangga Gading dan taka da terdapat di makam atau petilasan karuhun lainnya, yaitu ada acara tawasulan akbar setiap malam jum’atnya. Pada malam tersebut, petilasan Eyang Rangga Gading akan penuh sesak oleh para penziarah yang datang dari berbagai kota dan daerah. Mereka bersama-sama berdoa dan bermunanjat kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa agar mengijabah doa-doa dan permohonan mereka semua.
Tawasul tersebut diawali dengan penyebutan dan pengiriman hadiah surat Al-Fatihah kepada para wali-waliyullah dan para karuhun yang ada di seluruh dunia. Sebanyak ribuan nama-nama para suci itu turut disebut dalam acara tawassul tersebut. Luar biasanya lagi, semua nama-nama wali-waliyullah itu dihafal diluar kepala tanpa ada teks, apalagi semua lampu sengaja dipadamkan sehingga semakin menambah kesakralannya. Sumber penerangan hanya didapat dari cahaya bulan yang masuk melalui atap yang berada tepat di atas makam yang dibiarkan terbuka. Selepas tawassulan, tak sedikit para penziarah yang melakukan ritual mandi di pancuran yang terdapat di bawah di sisi sungai Ciliwung, harapannya tentu saja agar keberkahan yang didapatnya akan semakin bertambah, amin. (**)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar